Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2026

PUNYA MORAL KARENA TAKUT TUHAN DEWA ALLAH

Ada anggapan yang cukup lucu tentang atheis: begitu seseorang berhenti percaya kepada Tuhan, moralnya ikut menguap.  Seolah-olah selama ini manusia tidak mencuri karena takut Tuhan melihat, tidak membunuh karena malaikat sedang mencatat, dan tidak menipu karena ada CCTV gaib yang dipasang di langit. Maka ketika seseorang menjadi atheis, katanya, semua rem langsung blong—besok paginya bangun, sarapan, lalu mencari korban. Logikanya kira-kira begini: hapus Tuhan, hapus moral. Kalau benar begitu, berarti sebagian manusia selama ini berbuat baik bukan karena memahami bahwa orang lain bisa terluka, melainkan karena takut ketahuan. Itu bukan kabar yang terlalu menggembirakan bagi spesies yang mengaku sebagai makhluk bermoral. Sebab kalau satu-satunya alasan kita tidak berbuat jahat adalah karena ada yang mengawasi, masalahnya mungkin bukan ketiadaan Tuhan. Masalahnya adalah kita belum benar-benar memahami apa itu moralitas. Atheis Juga Manusia Coba kita sederhanakan. Ketika menemukan dom...

PUNYA MORAL KARENA TAKUT TUHAN DEWA ALLAH

Ada anggapan yang cukup lucu tentang atheis: begitu seseorang berhenti percaya kepada Tuhan, moralnya ikut menguap.  Seolah-olah selama ini manusia tidak mencuri karena takut Tuhan melihat, tidak membunuh karena malaikat sedang mencatat, dan tidak menipu karena ada CCTV gaib yang dipasang di langit. Maka ketika seseorang menjadi atheis, katanya, semua rem langsung blong—besok paginya bangun, sarapan, lalu mencari korban. Logikanya kira-kira begini: hapus Tuhan, hapus moral. Kalau benar begitu, berarti sebagian manusia selama ini berbuat baik bukan karena memahami bahwa orang lain bisa terluka, melainkan karena takut ketahuan. Itu bukan kabar yang terlalu menggembirakan bagi spesies yang mengaku sebagai makhluk bermoral. Sebab kalau satu-satunya alasan kita tidak berbuat jahat adalah karena ada yang mengawasi, masalahnya mungkin bukan ketiadaan Tuhan. Masalahnya adalah kita belum benar-benar memahami apa itu moralitas. Atheis Juga Manusia Coba kita sederhanakan. Ketika menemukan dom...

KENAPA TUHAN TIDAK BERMORAL?

Kita hidup di zaman ketika manusia modern merasa hampa di dalam dirinya, lalu mengambil kesimpulan yang sangat luar biasa: mungkin suara Tuhan sedang putus-putus karena dosa mengganggu sinyal surgawi. Bukan karena kurang tidur. Bukan karena delapan jam sehari menatap layar. Bukan karena pekerjaan membuatmu ingin melempar laptop ke laut. Bukan pula karena hidup memang kadang membosankan. Tidak. Penyebabnya jauh lebih metafisik. Sang Pencipta Alam Semesta sedang tantrum. Maka obatnya pun sederhana: lebih banyak ibadah, lebih banyak doa, lebih banyak membaca kitab, dan kalau masih terasa hampa, mungkin imanmu kurang asupan ceramah. Kalau semua itu sudah dilakukan tapi masih kosong juga, ya berarti kurang banyak sedekah dan ibadah. Logikanya indah. Sedikit mirip teknisi internet yang ketika Wi-Fi mati menyimpulkan bahwa pelanggan tidak percaya kepada operator. Mari kita uji sebentar. Kalau rasa haru, kosong, merinding, menangis, atau merasa “tuhan hadir” ketika sedang beribadah adalah bukt...