Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2026

PUNYA MORAL KARENA TAKUT TUHAN DEWA ALLAH

Ada anggapan yang cukup lucu tentang atheis: begitu seseorang berhenti percaya kepada Tuhan, moralnya ikut menguap.  Seolah-olah selama ini manusia tidak mencuri karena takut Tuhan melihat, tidak membunuh karena malaikat sedang mencatat, dan tidak menipu karena ada CCTV gaib yang dipasang di langit. Maka ketika seseorang menjadi atheis, katanya, semua rem langsung blong—besok paginya bangun, sarapan, lalu mencari korban. Logikanya kira-kira begini: hapus Tuhan, hapus moral. Kalau benar begitu, berarti sebagian manusia selama ini berbuat baik bukan karena memahami bahwa orang lain bisa terluka, melainkan karena takut ketahuan. Itu bukan kabar yang terlalu menggembirakan bagi spesies yang mengaku sebagai makhluk bermoral. Sebab kalau satu-satunya alasan kita tidak berbuat jahat adalah karena ada yang mengawasi, masalahnya mungkin bukan ketiadaan Tuhan. Masalahnya adalah kita belum benar-benar memahami apa itu moralitas. Atheis Juga Manusia Coba kita sederhanakan. Ketika menemukan dom...

MANUSIA LEBIH BERMORAL DARI SANG MAHA BERMORAL

Murid yang Dilarang Memukul, Guru Membakar Atas Perintah Surga Bayangkan sebuah kelas kecil di sudut kampungmu. Seorang guru berdiri di depan kelas, mengangkat jarinya tinggi-tinggi, sambil berkata: “Jangan memukul temanmu. Itu jahat. Itu dosa!” Murid-murid mengangguk. Lalu, pada suatu kesempatan, guru yang sama membakar satu rumah di sebelah sekolah dan menyatakan bahwa perbuatannya adalah wahyu dari surga, yang datang lewat mimpinya. Aneh? Gak juga, sh. Seperti itulah kira-kira hubungan manusia dengan moralitas yang diklaim turun langsung dari tuhan dewa allah, melalui buku yang dianggap suci. Jujur, sebagian besar peradaban ini tumbuh dengan satu narasi besar: “Tanpa Tuhan, manusia akan menjadi liar, semaunya sendiri dan tentu saja tidak punya turan. Tanpa kitab suci, manusia akan saling memangsa & bengis tanpa konsekuensi (surga dan neraka).” Padahal realitas hari ini justru berkata sebaliknya. Manusia modern, menolak perbudakan. Manusia yang tahu kalau dirinya manusia pasti me...