Halo, sesama primata tak berbulu yang kebetulan masih diberi kesempatan menghirup oksigen. Ada satu kesalahpahaman kosmis yang entah kenapa masih terus bereinkarnasi di kolom-kolom komentar internet. "Kalau kamu bisa percaya Big Bang, artinya kamu juga punya agama." Jawabnya: TIDAK! Kalau ada yang berkata, "Saya percaya bumi mengelilingi Matahari," bukan berarti Matahari resmi menjadi tuhan, karena terselip kata “percaya”. So, yang membedakan antara model ilmiah dengan kepercayaan itu bukan “ada atau tidak adanya keyakinan”, tapi cara keyakinan itu diperoleh, kemudian diteliti, diuji, dan kalau tidak terbukti buang ke tempat sampah. Big Bang Tidak Punya Kitab Suci Banyak orang mengira kosmologi adalah agama dengan seragam laboratorium, agama dengan tuhan ilmiah atau menyembah ilmu pengetahuan. Pertanyaan berikutnya: "Jadi kalian mengimani bahwa alam semesta berasal dari ledakan?" Jawabnya: TIDAK! Saya “menerima” bukan “mengimani” model ...
Pasti kamu pernah dengar kisah, ada sebuah tindakan kejahatan yang kemudian dibenarkan dengan dalih “demi kebaikan yang lebih besar”! Contoh, Zeus dan Prometeus, Prometeus mencuri api keterampilan mekanik Hephaestus dan kebijaksanaan Athena dan memberikannya kepada manusia agar mereka bisa bertahan hidup dan makmur. Pencurian ini dianggap sebagai pelanggaran besar oleh Zeus. Zeus menghukum Prometeus dengan mengikatnya di gunung dan setiap hari seekor elang memakan hatinya. Namun, tindakan Prometeus ini dianggap sebagai "kebaikan yang lebih besar" karena memberikan manusia pengetahuan dan kemampuan untuk berkembang. Contoh lain, Musa. Tindakan Musa yang membunuh juga ‘dibenarkan’ atas nama ‘kebaikan’ dan tujuan kebenaran yang lebih besar. Dalam sejarah, dongeng keagamaan digunakan sebagai alat melegitimasi kekuasaan dan tindakan-tindakan yang sulit diterima. Dari pengorbanan manusia hingga sumpah perang suci, atau kepercayaan jika mati dalam perang adalah mati dalam keadaan su...