Halo, sesama primata tak berbulu yang kebetulan masih diberi kesempatan menghirup oksigen. Ada satu kesalahpahaman kosmis yang entah kenapa masih terus bereinkarnasi di kolom-kolom komentar internet. "Kalau kamu bisa percaya Big Bang, artinya kamu juga punya agama." Jawabnya: TIDAK! Kalau ada yang berkata, "Saya percaya bumi mengelilingi Matahari," bukan berarti Matahari resmi menjadi tuhan, karena terselip kata “percaya”. So, yang membedakan antara model ilmiah dengan kepercayaan itu bukan “ada atau tidak adanya keyakinan”, tapi cara keyakinan itu diperoleh, kemudian diteliti, diuji, dan kalau tidak terbukti buang ke tempat sampah. Big Bang Tidak Punya Kitab Suci Banyak orang mengira kosmologi adalah agama dengan seragam laboratorium, agama dengan tuhan ilmiah atau menyembah ilmu pengetahuan. Pertanyaan berikutnya: "Jadi kalian mengimani bahwa alam semesta berasal dari ledakan?" Jawabnya: TIDAK! Saya “menerima” bukan “mengimani” model ...
Kalau Semua Butuh Penyebab, Tuhan Disebabkan Oleh Apa? Salah satu jurus andalan teis saat diajak berdialog soal keberadaan tuhan adalah Argumen Kosmologis. Kalau dalam versi yang lebih catchy, Argumen Penyebab Pertama. Pada awalnya, idenya terdengar masuk akal, (bagi orang-orang males berpikir) tapi makin dikunyah, rasanya seperti permen karet yang kehilangan gulanya: makin lama makin hambar. Semua Ada Penyebabnya... Kecuali Tuhan? Logikanya begini: segala sesuatu pasti ada penyebabnya. Meja ada karena dibuat tukang kayu, kayu ada karena tumbuh di alam, dan tidak mungkin kayu ada begitu saja, harus ada penciptanya? Rantai sebab-akibat ini tidak mungkin terus berlanjut sampai ujung? karena... Ya, karena nggak enak saja kalau ada ujungnya tapi nggak ada awalnya. Jadi harus ada satu titik mula. SatU penyebab. Satu entitas yang memulai semuanya tanpa dirinya sendiri yang tanpa mula. Dan entitas tanpa mula ini, kini populer disebut tuhan. Tuhan: Entitas yang Kebal Aturan Tapi wai...