Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2026

PUNYA MORAL KARENA TAKUT TUHAN DEWA ALLAH

Ada anggapan yang cukup lucu tentang atheis: begitu seseorang berhenti percaya kepada Tuhan, moralnya ikut menguap.  Seolah-olah selama ini manusia tidak mencuri karena takut Tuhan melihat, tidak membunuh karena malaikat sedang mencatat, dan tidak menipu karena ada CCTV gaib yang dipasang di langit. Maka ketika seseorang menjadi atheis, katanya, semua rem langsung blong—besok paginya bangun, sarapan, lalu mencari korban. Logikanya kira-kira begini: hapus Tuhan, hapus moral. Kalau benar begitu, berarti sebagian manusia selama ini berbuat baik bukan karena memahami bahwa orang lain bisa terluka, melainkan karena takut ketahuan. Itu bukan kabar yang terlalu menggembirakan bagi spesies yang mengaku sebagai makhluk bermoral. Sebab kalau satu-satunya alasan kita tidak berbuat jahat adalah karena ada yang mengawasi, masalahnya mungkin bukan ketiadaan Tuhan. Masalahnya adalah kita belum benar-benar memahami apa itu moralitas. Atheis Juga Manusia Coba kita sederhanakan. Ketika menemukan dom...

WAHYU DARI SUDUT PANDANG TELESKOP: MENGAPA BIG BANG DAN SAINS BUKAN KEYAKINAN

Halo, sesama primata tak berbulu yang kebetulan masih diberi kesempatan menghirup oksigen. Ada satu kesalahpahaman kosmis yang entah kenapa masih terus bereinkarnasi di kolom-kolom komentar internet.  "Kalau kamu bisa percaya Big Bang, artinya kamu juga punya agama."  Jawabnya: TIDAK!  Kalau ada yang berkata, "Saya percaya bumi mengelilingi Matahari," bukan berarti Matahari resmi menjadi tuhan, karena terselip kata “percaya”. So, yang membedakan antara model ilmiah dengan kepercayaan itu bukan “ada atau tidak adanya keyakinan”, tapi cara keyakinan itu diperoleh, kemudian diteliti, diuji, dan kalau tidak terbukti buang ke tempat sampah.  Big Bang Tidak Punya Kitab Suci  Banyak orang mengira kosmologi adalah agama dengan seragam laboratorium, agama dengan tuhan ilmiah atau menyembah ilmu pengetahuan.  Pertanyaan berikutnya: "Jadi kalian mengimani bahwa alam semesta berasal dari ledakan?"  Jawabnya: TIDAK!  Saya “menerima” bukan “mengimani” model ...