Ada anggapan yang cukup lucu tentang atheis: begitu seseorang berhenti percaya kepada Tuhan, moralnya ikut menguap. Seolah-olah selama ini manusia tidak mencuri karena takut Tuhan melihat, tidak membunuh karena malaikat sedang mencatat, dan tidak menipu karena ada CCTV gaib yang dipasang di langit. Maka ketika seseorang menjadi atheis, katanya, semua rem langsung blong—besok paginya bangun, sarapan, lalu mencari korban. Logikanya kira-kira begini: hapus Tuhan, hapus moral. Kalau benar begitu, berarti sebagian manusia selama ini berbuat baik bukan karena memahami bahwa orang lain bisa terluka, melainkan karena takut ketahuan. Itu bukan kabar yang terlalu menggembirakan bagi spesies yang mengaku sebagai makhluk bermoral. Sebab kalau satu-satunya alasan kita tidak berbuat jahat adalah karena ada yang mengawasi, masalahnya mungkin bukan ketiadaan Tuhan. Masalahnya adalah kita belum benar-benar memahami apa itu moralitas. Atheis Juga Manusia Coba kita sederhanakan. Ketika menemukan dom...
Mengapa Negara Khilafah Selalu Gagal? “Jika tuhan dewa allah Maha Baik dan Maha Kuasa, mengapa penderitaan tak pernah cuti?” Begitulah problem klasik yang tak kunjung usai: The Problem of Evil . Tuhan menjanjikan perlindungan, kemakmuran, dan kemenangan bagi umat-Nya. Tapi fakta di lapangan? UmatNya tetap miskin, sering kalah, dan… minta sumbangan lewat speaker masjid. Sekarang malah minta sumbangan pakai sosial media. Kalau janji tuhan dewa allah itu beneran konsisten, kenapa negara-negara yang mengklaim “menjalankan hukum allah” justru masuk daftar negara gagal versi PBB? Apa allah lupa password surganya? Janji Tuhan Vs Fakta Dunia Mari kita main logika sedikit. "Negara Khilafah akan makmur karena menerapkan hukum allah." Oke. Tapi kenapa yang makmur justru Norwegia, Denmark, dan Jepang, yang bahkan tidak punya istilah takbir dalam kamus nasionalnya? Kalau Tak🍻 ada. Sedangkan negara-negara yang ngotot bawa embel-embel “Negara allah” & 'Pasukan/Tentara ...