Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2025

Manusia Lebih Bermoral dari Sang Maha Bermoral

Murid yang Dilarang Memukul, Guru Membakar Atas Perintah Surga Bayangkan sebuah kelas kecil di sudut kampungmu. Seorang guru berdiri di depan kelas, mengangkat jarinya tinggi-tinggi, sambil berkata: “Jangan memukul temanmu. Itu jahat. Itu dosa!” Murid-murid mengangguk. Lalu, pada suatu kesempatan, guru yang sama membakar satu rumah di sebelah sekolah dan menyatakan bahwa perbuatannya adalah wahyu dari surga, yang datang lewat mimpinya. Aneh? Gak juga, sh. Seperti itulah kira-kira hubungan manusia dengan moralitas yang diklaim turun langsung dari tuhan dewa allah, melalui buku yang dianggap suci. Jujur, sebagian besar peradaban ini tumbuh dengan satu narasi besar: “Tanpa Tuhan, manusia akan menjadi liar, semaunya sendiri dan tentu saja tidak punya turan. Tanpa kitab suci, manusia akan saling memangsa & bengis tanpa konsekuensi (surga dan neraka).” Padahal realitas hari ini justru berkata sebaliknya. Manusia modern, menolak perbudakan. Manusia yang tahu kalau dirinya manusia pasti me...

JIKA SEMUA BUTUH PENYEBAB, TUHAN DISEBABKAN OLEH APA?

Kalau Semua Butuh Penyebab, Tuhan Disebabkan Oleh Apa? Salah satu jurus andalan teis saat diajak berdialog soal keberadaan tuhan adalah Argumen Kosmologis. Kalau dalam versi yang lebih catchy, Argumen Penyebab Pertama.  Pada awalnya, idenya terdengar masuk akal, (bagi orang-orang males berpikir) tapi makin dikunyah, rasanya seperti permen karet yang kehilangan gulanya: makin lama makin hambar. Semua Ada Penyebabnya... Kecuali Tuhan? Logikanya begini: segala sesuatu pasti ada penyebabnya. Meja ada karena dibuat tukang kayu, kayu ada karena tumbuh di alam, dan tidak mungkin kayu ada begitu saja, harus ada penciptanya? Rantai sebab-akibat ini tidak mungkin terus berlanjut sampai ujung? karena...  Ya, karena nggak enak saja kalau ada ujungnya tapi nggak ada awalnya. Jadi harus ada satu titik mula. SatU penyebab. Satu entitas yang memulai semuanya tanpa dirinya sendiri yang tanpa mula. Dan entitas tanpa mula ini, kini populer disebut tuhan. Tuhan: Entitas yang Kebal Aturan Tapi wai...

TUHAN KW

Apakah tuhan menciptakan manusia, atau manusialah yang menciptakan tuhan? Pertanyaan ini bukan sekadar mainan filsafat sore hari sambil tak, tapi inilah inti dari salah satu ironi terbesar dalam sejarah budaya manusia.  Gagasan tentang tuhan adalah hasil sampingan dari otak manusia yang mulai canggih—bukan canggih seperti ChatGPT, tapi cukup canggih untuk panik melihat petir dan berpikir, “Wah, pasti ada yang marah di langit.” Manusia purba hidup dalam dunia yang penuh ketidakpastian, tanpa manual pengguna untuk hidup, apalagi teori gravitasi. Maka lahirlah dewa petir, dewa panen, dewa kesuburan, dewa reruntuhan ekonomi, dan entah apa lagi. Tuhan adalah cara manusia menjelaskan kekacauan dunia sebelum Google diciptakan. Menurut Jared Diamond dalam Guns, Germs, and Steel, struktur sosial manusia berkembang seiring kompleksitas masyarakat. Ketika kita masih berburu dan meramu, cukup satu roh hutan untuk disembah. Tapi ketika muncul sistem agrikultur, kerajaan, dan perpajakan, Tuhan p...

TUHAN: SEBUAH KOMEDI KOSMIS

Konon kabarnya, tuhan ada. Jika benar, bakatnya dalam seni tentu sangat luar biasa . Miliaran curhat, jeritan hati emak2 yg ditinggal selingkuhannya (eh, anaknya maksudnya), sampai keluh kesah netizen soal sinyal Wi-Fi yg lemot, semuanya di terima. Tapi yg paling wow, sepanjang sejarah galaksi, dia adalah satu2nya sesuatu (bukan mahluk) yg "paling susah dihubungi". Kalah sama customer service provider kartu kredit atau app kredit. Kalian terlalu sibuk merapal mantra memohon harapan. Air mata duka mengalir bagai air bah hanya untuk minta belas kasihannya. Sementara itu, pemungut cukainya (baca: alim ulama) mengobral tiket surga, bahkan discount sampai 70% . Apa yg kamu mohon2 itu bereaksi? Oh, tentu tidak. Yg disebut ‘beliau’ itu konsiten sekonsisten-konsistennya: silent mode! Tanpa notifikasi, apalagi centang biru. tuhan seperti seniman abstrak, yg menorehkan kuas2 penderitaan di atas kanvas luka. tuhan itu pelukis agung yg menjadikan kematian sbg komposisi & membingkai k...