Murid yang Dilarang Memukul, Guru Membakar Atas Perintah Surga Bayangkan sebuah kelas kecil di sudut kampungmu. Seorang guru berdiri di depan kelas, mengangkat jarinya tinggi-tinggi, sambil berkata: “Jangan memukul temanmu. Itu jahat. Itu dosa!” Murid-murid mengangguk. Lalu, pada suatu kesempatan, guru yang sama membakar satu rumah di sebelah sekolah dan menyatakan bahwa perbuatannya adalah wahyu dari surga, yang datang lewat mimpinya. Aneh? Gak juga, sh. Seperti itulah kira-kira hubungan manusia dengan moralitas yang diklaim turun langsung dari tuhan dewa allah, melalui buku yang dianggap suci. Jujur, sebagian besar peradaban ini tumbuh dengan satu narasi besar: “Tanpa Tuhan, manusia akan menjadi liar, semaunya sendiri dan tentu saja tidak punya turan. Tanpa kitab suci, manusia akan saling memangsa & bengis tanpa konsekuensi (surga dan neraka).” Padahal realitas hari ini justru berkata sebaliknya. Manusia modern, menolak perbudakan. Manusia yang tahu kalau dirinya manusia pasti me...
Ketika berhadapan dg kejadian yg tidak dapat dijelaskan, otak tidak suka "vakum" penjelasan. Alih-alih menerimanya peristiwanya sebagai kebetulan, kita cenderung menciptakan narasi penyebabnya. Di sinilah interpretasi supernatural muncul. Misal: Keberuntungan & Kesialan: Ketika sesuatu YG baik & menguntungkan terjadi setelah pakai jimat atau setelah melafal doa, otak kita cenderung membuat hubungan sebab-akibat, meskipun itu hanya kebetulan. Tapi ketika hasilnya buruk, merasa melanggar pantangan yg dianjurkan. Fenomena Alam: Sebelum pengetahuan modern menjelaskan sebab terjadinya gempa, banjir, atau gunung meletus, bencana sering dikaitkan dg kemarahan dewa atau roh. Otak menciptakan penjelasan supernatural untuk "memahami" peristiwa yg tidak dikendalikan atau diprediksi. Kehilangan dan Kesedihan: Saat kehilangan atau trauma, banyak orang mencari makna atau tujuan di baliknya, bahkan sering mengaitkannya dg takdir, karma, atau campur tangan ilahi, hanya un...