Murid yang Dilarang Memukul, Guru Membakar Atas Perintah Surga Bayangkan sebuah kelas kecil di sudut kampungmu. Seorang guru berdiri di depan kelas, mengangkat jarinya tinggi-tinggi, sambil berkata: “Jangan memukul temanmu. Itu jahat. Itu dosa!” Murid-murid mengangguk. Lalu, pada suatu kesempatan, guru yang sama membakar satu rumah di sebelah sekolah dan menyatakan bahwa perbuatannya adalah wahyu dari surga, yang datang lewat mimpinya. Aneh? Gak juga, sh. Seperti itulah kira-kira hubungan manusia dengan moralitas yang diklaim turun langsung dari tuhan dewa allah, melalui buku yang dianggap suci. Jujur, sebagian besar peradaban ini tumbuh dengan satu narasi besar: “Tanpa Tuhan, manusia akan menjadi liar, semaunya sendiri dan tentu saja tidak punya turan. Tanpa kitab suci, manusia akan saling memangsa & bengis tanpa konsekuensi (surga dan neraka).” Padahal realitas hari ini justru berkata sebaliknya. Manusia modern, menolak perbudakan. Manusia yang tahu kalau dirinya manusia pasti me...
MEMAHAMI BEDA ATEISME DAN KOMUNISME
"Ayah, Ayah! Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Dani, anak laki-laki yg berusia 8 tahun, sambil menarik ujung baju ayahnya yang sedang mengetik.
Ayahnya tersenyum. "Tentu saja, jagoan. Ada apa?"
"Tadi di sekolah, teman-teman ngobrolin kata-kata aneh. Ada ateisme sama komunisme. Itu apa, Yah?"
Ayah melipat laptopnya dan berpaling menghadap Dani, "Pertanyaan bagus. Ayah akan jelaskan pelan-pelan ya, biar dirimu mengerti."
"Tadi di sekolah, teman-teman ngobrolin kata-kata aneh. Ada ateisme sama komunisme. Itu apa, Yah?"
Ayah melipat laptopnya dan berpaling menghadap Dani, "Pertanyaan bagus. Ayah akan jelaskan pelan-pelan ya, biar dirimu mengerti."
"Pertama, kita bahas ateisme dulu ya," kata Ayah.
"Dani tahu kan, kalau banyak orang percaya sama tuhan? Mereka berdoa, ke gereja, ke masjid, Sinagog, Pura, Wihara, Klenteng, bahkan ada juga yang tidak punya tempat khusus untuk berdoa."
Dani mengangguk. "Iya, Ayah. Aku tahu!"
"Nah, ateisme itu artinya seseorang yg tidak percaya kalau tuhan itu ada. Bukan berarti seseorang itu jahat atau baik, Ia punya cara pandang sendiri tentang dunia. Menurutnya segala sesuatu yg terjadi di dunia bisa dijelaskan dg pengetahuan, tanpa campur tangan tuhan.”
"Ohh, jadi kayak teman-teman yang bilang 'pokoknya aku nggak percaya ada naga' gitu ya, Yah?" tanya Dani mencoba mengerti.
"Hampir mirip. Bedanya, ini tentang tuhan. Jadi, mereka berpandangan kalau alam semesta & semua isinya terjadi secara alami, bukan ada yang menciptakan."
"Terus, kalau nggak percaya Tuhan, mereka berdoa sama siapa, Yah?"
"Mereka tidak berdoa, Nak. Mereka lebih fokus pada apa yang bisa mereka lakukan di dunia ini untuk kebaikan bersama. Jadi, intinya ateisme itu tentang keyakinan pribadi seseorang tentang Tuhan."
"Terus, mereka juga gak punya dosa?"
"Pertanyaan yg bagus sekali. Tepatnya, mereka tidak mengenal 'konsep' dosa seperti yg kita pahami. Dalam agama, dosa itu perbuatan yang melanggar perintah Tuhan, dan ada konsekuensi di akhirat, kan?"
"Emm..." Dani mengerutkan kening.
"Tapi, bukan berarti mereka tidak mengenal akibat dari sebuah kesalahan, atau kejahatan, lho!
Meskipun tidak percaya dosa dalam artian agama, orang ateis tetap percaya ada konsekuensi dari sebuah perbuatan, baik perbuatan yg salah atau yg benar."
"Maksudnya, Yah?"
"Begini, kalau Dani mencuri pensil teman, salah kan? Meskipun Dani tidak percaya tuhan, mencuri tetap perbuatan yg merugikan orang lain, kan?
Akibatnya, teman Dani sedih. Selanjutnya, Dani dimarahi guru, bahkan dihukum. Nah, itu yang disebut konsekuensi."
"Jadi, orrang atheis tetap tahu mana yang baik dan mana yang jahat?"
"Betul sekali!
Mereka punya moral dan etika yg mereka pahami sendiri.
Mereka punya kesadaran sosial bahwa sebagai manusia punya tanggung jawab untuk berbuat baik, tidak merugikan orang lain, dan menjaga lingkungan.
Mereka juga punya kewajiban melakukan kebaikan. Mereka melakukannya bukan karena takut dosa atau ingin dapt pahala dari Tuhan, tapi karena mereka punya tanggung jawab untuk melakukan hal yang benar demi kebaikan bersama di dunia ini."
"Jadi, meskipun beda kepercayaannya, mereka tetap harus jadi orang baik ya, Yah?" kata Dani mulai paham.
"Persis! Itulah intinya, Nak. Setiap manusia, apapun kepercayaan & pandangan hidupnya, punya tanggung jawab untuk menjadi manusia yg baik, bermanfaat bagi sesama dan dunia."
" Kalau Komunis, Yah?"
"Nah, kalau komunisme beda lagi sama ateisme, Nak! Komunisme itu adalah ide atau cara mengatur masyarakat dan negara. Sama seperti demokrasi, atau teokrasi. Kalau teokrasi itu kan mengatur masyarakatnya dengan hukum hukum agama."
"Mengatur bagaimana, Yah?"
"Begini. Dulu, ada orang orang yg melihat kalau di dunia ini ada yg sangat kaya, punya banyak harta, tapi ada juga yg miskin, bahkan tidak punya apa-apa. Orang2 ini kemudia punya ide: Bagaimana kalau semua orang punya harta yg sama?
Bagaimana, dalam sebuah negara tidak ada yg kaya, tidak ada miskin. Semua punya kekayaan yg sama. Nah, ide ini kemudian disebut komunisme.
Tujuan komunisme itu menghapus & meniadakan kemiskinan."
"Berarti kalau negaranya miskin, semua miskin? Semua rakyatnya nggak punya apa apa?"
"Bukan begitu juga, Nak." Jawab ayah sambil senyum.
Lebih tepatnya, semua milik bersama. Semua sumber daya & alat2 produksi (seperti pabrik, tanah, dan toko) harus dimiliki secara bersama oleh masyarakat, bukan oleh individu atau perorangan.
Jadi, pabrik-pabrik, sawah-sawah, toko-toko, semua dimiliki oleh masyarakat dan negara yg mengaturnya. Tujuannya supaya semua orang mendapatkan bagian yang sama, tidak ada yang kelaparan, dan tidak ada yang terlalu menumpuk harta."
"Wah, idenya bagus tuh, Yah. Gak ada lagi orang orang miskin?" mata Dani berbinar.
"Memang ide awalnya seperti itu. Tapi dalam kenyataannya, seringkali sulit sekali untuk membuat semua orang benar-benar punyah hak yang sama dan merata."
"Ide ini juga bisa bikin orang2 jadi kurang semangat bekerja! Sekeras apapun mereka bekerja hasilnya sama dg yg sedikit bekerja. Karenya, dalam sistem komunisme, pemerintah mengatur semua hal, akibatnya orang-orang tidak bisa bebas memilih apa yg mereka mau."
"Jadi, bedanya ateisme sama komunisme, Yah? Katanya orang atheis itu pasti komunis?"
"Bagus! Intinya begini:
Ateisme itu pandangan seseorang tentang keberadaan tuhan. Orang yg meniadakan peran tuhan dalam dunia dan kehidupan pribadinya disebut ateis.
Sedangkan komunisme itu tentang cara mengatur negara dan masyarakatnya, agar semua orang sama rata dalam hal harta dan pekerjaan."
"Ohh, jadi kalau ateisme itu ada di kepala orangnya, kalau komunisme itu cara negara bekerja mengatur rakyatnt?"
"Tepat sekali! Pintar! Jadi, kamu sudah sedikit banyak mengerti ya?"
"Sudah, Ayah! Terima kasih!" kata Dani riang.
Ayah tersenyum sambil membuka kembali laptopnya, bersyukur anaknya punya rasa ingin tahu dan mau bertanya. Tidak percaya begitu saja apa kata orang.
tak🍻
.png)
Comments
Post a Comment