Skip to main content

Posts

Manusia Lebih Bermoral dari Sang Maha Bermoral

Murid yang Dilarang Memukul, Guru Membakar Atas Perintah Surga Bayangkan sebuah kelas kecil di sudut kampungmu. Seorang guru berdiri di depan kelas, mengangkat jarinya tinggi-tinggi, sambil berkata: “Jangan memukul temanmu. Itu jahat. Itu dosa!” Murid-murid mengangguk. Lalu, pada suatu kesempatan, guru yang sama membakar satu rumah di sebelah sekolah dan menyatakan bahwa perbuatannya adalah wahyu dari surga, yang datang lewat mimpinya. Aneh? Gak juga, sh. Seperti itulah kira-kira hubungan manusia dengan moralitas yang diklaim turun langsung dari tuhan dewa allah, melalui buku yang dianggap suci. Jujur, sebagian besar peradaban ini tumbuh dengan satu narasi besar: “Tanpa Tuhan, manusia akan menjadi liar, semaunya sendiri dan tentu saja tidak punya turan. Tanpa kitab suci, manusia akan saling memangsa & bengis tanpa konsekuensi (surga dan neraka).” Padahal realitas hari ini justru berkata sebaliknya. Manusia modern, menolak perbudakan. Manusia yang tahu kalau dirinya manusia pasti me...
Recent posts

TUHAN LUPA MEMANUSIAKAN MANUSIA ATAU TUHAN MEMANG TIDAK BERMORAL

Coba bayangkan hidup di dunia tanpa RT/RW , tanpa KTP , SIM , paspor , atau akta kelahiran . Kedengarannya sepele, kan? Tapi tanpa dokumen dokumen itu, kita “hilang” dari sistem sosial. Anak lahir tanpa akta, bisa dianggap tidak ada; orang mati tanpa surat kematian, bisa dianggap masih hidup, minimal masih ada dalam daftar pemilih tetap. Di dunia modern, eksistensi kita bukan cuma soal bernapas, tapi soal apakah nama kita tercatat rapi dalam arsip negara. Identitas kita bukan sekadar wajah atau suara, tapi juga nomor seri resmi yang dicetak di selembar kertas bercap kota. Selain dokumen, ada yang menjaga kita dari kekacauan, yaitu hukum. Aturan lalu lintas misalnya, kalau semua orang nyupirnya kayak Fast & Furious, jalan raya jadi Hunger Games . Jika hukum gagal, masih ada polisi tak terlihat  yang bernama opini publik . Kita pakai baju aneh, orang menatap; kita buang sampah sembarangan, orang merekam. Malu bisa jadi hukuman lebih tajam daripada denda. Hidup modern pada dasarn...

GENOSIDA BERSAMA TUHAN: DARI AMALEK SAMPAI AT-TAUBAH, KEKERASAN JADI TIKET SURGA

  Kekerasan adalah bagian dari sejarah manusia. Bahkan bisa disebut sebagai “bahasa universal” yang dipahami semua kelompok, jauh sebelum ada alfabet, kitab suci Abrahamik, bahkan ketika emoji sudah dibikin filmnya. Dalam antropologi, kekerasan selalu muncul sebagai mekanisme bertahan hidup sekaligus cara menyelesaikan konflik; dari perebutan wilayah berburu, ritual pengorbanan, sampai penaklukan peradaban. Sosiolog klasik seperti Émile Durkheim melihatnya sebagai bagian dari proses menjaga kohesi kelompok: musuh di luar dipukul dulu, baru kita bisa duduk di dalam rumah dengan tenang. Singkatnya, sejak awal peradaban, manusia lebih percaya pada batu dan tombak daripada meja bundar atau “dialog kebangsaan.” Tapi ada satu “inovasi kekerasan” yang cukup unik: ketika kekerasan dilabeli nama ‘tuhan dewa allah.’ Begitu naik level jadi “perintah dari langit,” kekerasan berubah dari sekadar pembantaian menjadi ritual suci. Kalau ada warga kampung merampok lalu membantai tetangga yang meng...

JANJI TUHAN DEWA ALLAH HANYA BERLAKU DI BROSUR AGAMA

 Mengapa Negara Khilafah Selalu Gagal? “Jika tuhan dewa allah Maha Baik dan Maha Kuasa, mengapa penderitaan tak pernah cuti?” Begitulah problem klasik yang tak kunjung usai: The Problem of Evil . Tuhan menjanjikan perlindungan, kemakmuran, dan kemenangan bagi umat-Nya. Tapi fakta di lapangan? UmatNya tetap miskin, sering kalah, dan… minta sumbangan lewat speaker masjid. Sekarang malah minta sumbangan pakai sosial media. Kalau janji tuhan dewa allah itu beneran konsisten, kenapa negara-negara yang mengklaim “menjalankan hukum allah” justru masuk daftar negara gagal versi PBB? Apa allah lupa password surganya? Janji Tuhan Vs Fakta Dunia Mari kita main logika sedikit. "Negara Khilafah akan makmur karena menerapkan hukum allah." Oke. Tapi kenapa yang makmur justru Norwegia, Denmark, dan Jepang, yang bahkan tidak punya istilah takbir dalam kamus nasionalnya? Kalau Tak🍻 ada. Sedangkan negara-negara yang ngotot bawa embel-embel “Negara allah” & 'Pasukan/Tentara ...